Langsung ke konten utama

Arti Hijrah yang sesungguhnya




Hijrah bagi setiap orang memang tidak mudah, karena terkadang iman seseorang naik – turun dalam arti belum bisa istiqomah dalam menjalankan nya, di sini saya akan memberikan tips agar hijrah kita tetap istiqomah sampai akhir hayat. 

1. Meninggalkan Kebiasaan buruk 
Memang tidak mudah untuk meninggalkan kebiasaaan buruk kita apalagi itu hal yang sering kita lakukan tanpa kita sadari itu sudah menjadi kebiasaan kita, hal ini dapat mempengaruhi seseorang untuk terus melakukan nya lagi dan lagi, hal yang perlu kita ingat kan adalah kita harus mempunyai komitmen dalam hati niatkan dengan sungguh – sungguh bahwa kita mau berubah meningalkan kebiasaan buruk kita, atau misalnya kita tidak bisa merubahnya akan tetapi kita bisa menimpalkanya dengan kebiasaan baik kita dengan kita muhasabah dan intropeksi diri dari mulai bangun tidur kita melakukan apa saja sampai kita tidur kembali di malam hari dan bilang seperti ini dalam hati ( Wahai ragaku terima kasih kau telah membantuku dalam aktiitas sehari ini melakukan hal yang baik dan semoga hari esok akan lebih baik dari sebelumnya) dengan begitu insya Allah , kebiasaan buruk kita lama kelamaan akan hilang dengan sendirinya. 

2. Berkumpul dengan orang sholeh 
Berkumpul dengan orang yang sholeh merupakan kebiasaan baik , dengan begitu kita akan mendapatkan hal yang baik pula saling menasehati dalam kebaikan dan menerima nasehat dalam diri kita dengan ikhlas. 

3. Ikut Pengajian Majelis ta’lim 
Mengikuti pengajian di dekat rumah maupung di luar rumah, dengan mengikuti pengajian kita bisa mendapatkan ilmu nya serta mempraktekan nya dalam kehidupan sehari – hari . sungguh orang yang mulia yang mendapatkan pahala berduduk bersama dalam majelis ilmu. 

4. Muhasabah 
Dalam arti muhasabah disini adalah rendah hati dan mensyukuri nikmat Allah yang luar biasa ini dengan kita melihat di sekeliling kita, coba bayangkan dengan mata hati kita betapa indahnya serta sempurna nya ciptaan Allah, seperti alam semesta ini. Dengan begitu kita akan mensyukuri nikmat Allah dan kita tidak akan mengeluh setiap apa yang kita jalani baik maupun buruknya. 

5. Takut akan Dosa 
Setiap manusia tidak ada yang sempurna pasti memiliki kekurangan serta dosa yang telah dia perbuat akan tetapi setiap dosa yang di perbuat bisa kita kurangi dengan kita takut akan kematian yang tiba tiba menjemput kita ,serta mengingat Allah dan takut akan siksaannya di neraka , insya Allah dengan begitu kita bisa meminimalisir setiap perbuatan kita. 

Semoga artikel ini bermanfaat untuk yang membacanya dan untuk diri saya pribadi khususnya,menambah kebaikan serta mengajak dalam Hijrah yang sesungguhnya 

“Hijrah itu berat kalau sendiri , akan tetapi lebih mudah dengan kita menjalankan nya secara bersama – sama”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meraih Kemuliaan Bulan Rajab

Allah SWT menetapkan bulan-bulan terntentu sebagai bulan haram (suci). Di dalamnya Allah SWT menetapkan kemuliaan dan kehormatan yang wajib dijaga. Allah SWT berfirman yang artinya : Sungguh bilangan bulan menurut Allah SWT ada dua belas bulan dalam catatan Allah saat dia menciptakan langit dan bumi. Diantaranya terpadat empat bulan haram (suci). itulah agama yang lurus. Karena itu janganlah kalian mendzalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan itu (TQS at-Taubah[9]:36) Empat bulan suci itu dijelaskan oleh Nabi SAW yang artinya : "Sungguh waktu itu telah diputar sebagaimana keadaannya saat Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga berurutan yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijah dan Muharram. Lalu Rajab bulan mudharr yang terdapat diantara Jumadi dan Sya'ban." (HR Muslim). Dalam QS at-Taubah ayat 36 diatas, Allah SWT melarang kita mendzalimi diri sendiri pada bulan-bulan tersebut, termasuk pa...

Hukum Jual Beli Emas dan Valuta Asing

Jual Beli Emas dan Valuta Asing Aturan Jual-Beli Emas dan Valas Tukar-menukar emas dengan emas, emas dengan uang, atau uang dengan uang yang sejenis atau berlainan jenis oleh para ulama dinamakan sharf, disyaratkan harus tunai, sama nominalnya. Bila berlainan jenis disyaratkan tunai saja. Bila salah satu persyaratan ini tidak terpenuhi, akad dikategorikan riba bai’. Ustad Dr. Erwandi Tarmidzi  (Ambil dari Majalah Cetak Pengusaha Muslim Edisi Juni 2012) Definisi Riba Ba’i dalam Emas/Mata Uang Riba ba’i yaitu riba yang objeknya adalah akad jual-beli. Riba ini terbagi atas dua jenis:  Pertama , riba fadhl, yaitu menukar (emas, perak, dan mata uang) dengan yang sejenis dan ukuran berbeda. Misalnya, menukar 10 gram emas 22 karat dengan 11 gram emas 20 karat.  Kedua , riba nasiah. Yaitu menukar salah satu harta riba dengan harta riba lainnya yang sejenis atau berlainan jenis akan tetapi ‘illatnya sama (sama-sama alat tukar) dengan cara tidak tunai. M...

Utang Beras dalam Tinjauan Syariah

Aturan Utang Beras Beras di tempat kita, bahkan di hampir seluruh dunia adalah bahan makanan pokok yang bisa disimpan dalam kurun waktu yang lama. Dengan dua kriteria ini, beras termasuk barang ribawi. Demikian menurut Malikiyah dan Hambali.  Karena itu, beras hanya boleh ditukar dengan beras (barter beras) dengan ketentuan:  [1] Sama takarannya atau timbangannya  [2] Dilakukan secara tunai Berbeda dengan utang . Orang utang beras, dibayar dengan beras. Namanya utang, tidak ada yang tunai. Namun ini dibolehkan karena transaksinya utang dan bukan tukar-menukar atau barter. Diantara perbedaan barter dengan utang, bahwa utang hanya dilakukan ketika membutuhkan bantuan. Sehingga, dia bersedia untuk menerima beras jenis apapun.  Berbeda dengan barter . Latar belakang orang melakukan barter, sebenarnya dia telah memiliki barang, namun dia menghendaki untuk memiliki barang yang lain. Lalu dia lakukan barter untuk mendapatkan baran...